Sabtu, 21 Desember 2013

Aman Gak Sih, Makan Buah Yang Matang Dengan Karbit?

Nama : Willden Dwi Utama
Kelas : 4KB04
NPM : 28110515 


Sekarang musim gak tentu nih, dari tiba-tiba panas terus hujan, kemudian panas lagi, bisa jadi penyebab badan sakit, kurang enak badan. Makanya harus bisa jaga diri nih, maksudnya jaga kesehatan, di antaranya dengan mengkonsumsi multivitamin atau lebih enak lagi buah-buahan yang segar.

Tapi… untuk sebagian buah tertentu ternyata proses pematangannya dengan menggunakan karbit. Nah, aman gak sih buat tubuh kita atau malah merugikan bagi tubuh kita?


                       Pengaruh Karbit Terhadap Pematangan Buah Pisang

Buah pisang, terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A, B1, B2 dan C), zat besi, dan niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma S, 1977).

Zat-zat tersebut sangat diperlukan dalam tubuh manusia. Bukan itu saja, pisang termasuk buah yang murah-meriah dan mudah didapat sepanjang tahun. pemasakan yang lebih cepat, yakni menggunakan karbit (kalsium karbor). Jangankan buah pisang yang umurnya tua, pisang yang umurnya masih tergolong muda (belum siap panen) pun akan segera matang walau dari sisi aroma atau rasa kurang nyaman. Dengan karbit, ibu-ibu merasa senang karena pisangnya cepat matang dengan warna yang sama dengan proses pematangan secara alami atau matang di pohon.

Tetapi, pisang yang matang karena dikarbit cepat membusuk. Setelah kulit pisang yang dimatangkan dengan karbit dijadikan makanan ternak, ternyata berdampak buruk terhadap kesehatan ternak itu. Ternak menjadi sakit.

Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsi pisang karbitan, tampaknya masih perlu penelitian lebih jauh. merusak lingkungan jika dibuang begitu saja di sembarang tempapengaruhnya terhapat proses pembusukan.

Dari penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut: Pisang yang dimatangkan dengan karbit paling cepat (tidak sampai tiga hari) matangnya, tetapi proses pembusukannya pun paling cepat.

                               Menurut Ahli Pasca Panen dari Unbraw :

Pisang dan buah sejenis, proses matang secara alamiah berproses kimiawi. Karbohidrat dalam kandungan daging buahnya berubah menjadi glukosa, yang membuat rasa manis dan melunak.

Proses tersebut menghasilkan Gas Etilen. Gas ini merambat dari molekul satu ke yang lainnya membuat sekitarnya jadi matang pula.

Hal ini yang menjadi dasar memberi Kalsium Karbit ( Calcium Carbide), digunakan untuk membantu proses pematangan.

Kalsium karbit, kita sebut karbit saja,bila kena air atau uap air akan menghasilkan Gas Asetilin. Gas ini dalam struktur kimianya serupa dengan Etilen alami. Karena dipenuhi dengan Gas Asetilin inilah, buah akan berfermentasi serentak menjadi matang. Betul, apabila buah kurang matang akan tidak semanis yang matang, karena kandungan Karbohidrat – Zat Pati nya masih kurang. Gas asetilin karena ringan akan terbang dan tercampur dengan udara.

Bahaya yang ditimbulkan sampai sekarang belum ada bukti yang nyata,semuanya hanya berdasarkan asumsi tanpa bukti ilmiah.
Pematangan buah dengan cara ini lebih sehat daripada dipakai Bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang bercamour pospor. Phospor campuran ini ternmasuk bahan yang sangat beracun,lagipula aplikasinya dengan cara disemprotkan kekulit buahnya.

Apa itu Calcium Carbide (Karbid) ?

karbit

Karbit atau Kalsium karbida adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CaC2. Karbit digunakan dalam proses las karbit dan juga dapat mempercepat pematangan buah.

Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah

CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2

Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan. (Wikipedia)

Gas etilen

karbit memang telah lama digunakan secara tradisional untuk memacu kematangan buah. Efektivitasnya hanya seperseratus jika dibandingkan etilen. Siapa sangka selain pemacu kematangan, gas asetilen yang dihasilkan dari karbit juga bermanfaat untuk menghilangkan warna hijau.

                             Kesimpulan

Jadi hormon yang membuat buah matang disebut gas etilen (karbit=nama dagang). Sebetulnya secara alami tanaman sudah memproduksi hormon ini agar buah menjadi matang. Akan tetapi para pedagan buah menambahkan karbit lebih dari kadar normal agar buah dapat lebih cepat matang.

Penggunaan karbit ini tidak menimbulkan dampak negatif. Kadar vitamin dan mineral tidak berubah karena penggunaan karbit ini. Hal ini karena karbit adalah zat kimia yang hanya merangsang pembntukan gas etilen yang merangsang proses pematangan buah. Selain itu, tidak ada dampak negatif yang berarti bagi kesehatan kosumen.



sumber : 

http://kautsarku.wordpress.com/2010/06/02/aman-gak-sih-makan-buah-yang-matang-dengan-karbit/

kaskus.co.id by heane

5 BENDA SEKITAR YG MENGUATKAN SINYAL & SPEED MODEM + CARA MEMBUAT

Nama : Willden Dwi Utama
Kelas : 4KB04
NPM : 28110515 


1. Pertama 

Bekas kaleng biscuit,
disarankan menggunakan kaleng biscuit yang besar. Dengan menaruh modem diatasnya atau bisa pula disamping modem anda.
1. Bersihkan kaleng minuman bekas. Anda dapat mencucinya dengan menggunakan air bersih.
2. Belah bagian bawah kaleng dengan menggunakan pisau atau gunting.
3. Belah juga bagian atasnya, tapi sisakan sedikit bagian kaleng agar tetap menyatu sehingga membentuk seperti penampang (bisa dilebarkan).
4. Kemudian gunting bagian tengahnya.
5. Beri sedikit lem atas isolasi untuk mempertahankan posisi receiver sederhana tersebut agar tetap stabil pada tempatnya.


2. Kedua

kaset CD bekas
Prakteknya membuat antena kaleng dari keping cd , modemnya di masukan di lubang CD nya jadi tegak,, trus CD dan modem yang posisinya udah kayak antena parabola di arahin ke arah BTS, begitu saja kok, mudahkan.. seperti gambar :


Biar bisa tegak modemnya belakang kaset cdnya tempelin sterofom gabus lubangi tengahnya,pasang kabel USBnya buat nyambunging ke computer/laptop

3. Ketiga

Dengan Kawat Tembaga
1. Siapkan kawat tembaga berdiameter 3 mm dengan panjang kurang lebih 2 meter. Boleh kawat serabut atau engkel.
2. Gulunglah kawat tembaga tersebut dengan gulungan kotak atau bulat atau oval (gambar 1). Gulungan harus di beri rongga sehingga modem bisa dimasukan ke dalam gulungan tersebut.




3. Masukan MODEM SMARTFREN ke dalam GULUNGAN KAWAT TEMBAGA
4. Beri blower atau kipas pendingin yang listrikya bisa diambil dari USB di laptop atau komputer. 


4. Keempat

Dengan Wajan Bolic

A. BAHAN

1) Wajan diameter 36? (semakin besar diameter wajan semakin bagus) bisa di dapat di toko ato memulung disekitar rumah anda.
2) PVC paralon tipis diameter 3? 1 meter
3) Doff 3? (tutup PVC paralon) 2 buah
4) Aluminium foil
5) USB WLAN/Modem + Karet untuk melindungi dari air
6) Baut + mur ukuran 12 atau 14
7) USB Connector female (conector cewex)
8) Kabel UTP
9) Double tape + lakban

B. PERALATAN

1) 1 bungkus rokok + Teh Anget
2) Tang + Obeng +Kunci Pas No 13-14
3) Soder + Timah
4) Penggaris
5) Cutter + Gunting
6) Mesin Bor + Mata Bor 3 Inci
7) Gergaji besi.

C. Cara Pembuatan Singkat

1) Potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak feeder nya (daerah bebas aluminium foil). Untuk menentukan panjang feeder nya gunakan rumus di atas.
2) Beri lubang pada bagian paralon untuk meletakkan N Connector, untuk itu gunakan rumus antenna kaleng.
3) Potong kawat tembaga yang sudah disiapkan sesuai dengan ukuran yang didapatkan dari hasil kalkulasi website di atas. Dan solderkan pada N Connector yang telah di siapkan
4) Selanjut nya, bungkus PVC paralon dengan dgn aluminium foil pada daerah selain feeder, klo aluminium foil yang ada tanpa perekat, maka untuk merekatkan nya bisa menggunakan double tape
5) Lalu pasangkan N connector ke PVC Paralon yang telah dilubangi td
6) Pada bagian doff (tutup PVC paralon) yang akan di pasang pada ujung dekat dengan N Connector harus di beri aluminium foil, sedangkan doff yang di pasang pada wajan tidak perlu di beri aluminium foil
7) Dan pasangkan doff tersebut ke PVC paralon
8) Kemudian, wajan yang telah di bolongi tadi dipasangkan dengan doff yang satu nya lagi, sebelum nya doff tersebut dilubangi sesuai dengan ukuran bautyang sudah di siapkan, dan kencangkan secukup nya.
9) Kemudian tinggal pasangkan PVC paralon tadi ke wajan yang sudah di pasang doff.
4.2 Cara Pembuatan Detail Wajan Bolic

Detail proses pembuatan antenna wajanbolic ala slimdog adalah sebagai berikut :

1) Siapkan material yang dibutuhkan.
2) Lubangi wajan, siapkan dop pralon 3" dan dop pralon 1.25" yang di bor di tengahkan. Kemudian baut dop pralon 3" ke dasar wajan.
3) Siapkan USB WLAN. Tutup USB WLAN dengan karet untuk melindungi USB WLAN dari hujan.
4) Masukan USB WLAN yang dilindungi karet ke pralon 1.25" sebagai dudukan. Posisikan USB WLAN sekitar 5.3 cm dari ujung pralon yang paling jauh dari wajan.
5) Dop untuk di letakan di ujung pralon 3". Semua dinding dop pralon ditutup dengan lakban aluminium. Kombinasi dop pralon yang di lapisi lakban alumunium dan pralon yang ditutupi kalban aluminium sebetulnya menjadi konstruksi antenna kaleng. Di ambil foto dari muka.
6) Paralon 3" dilapis lakban aluminium sepanjang 20cm, tidak sampai ujung. Sisakan beberapa sentimeter yang dihitung dari fokus wajan. Lubangi paralon sekitar 5.3 cm dari ujung, untuk connector USB WLAN.
7) Setelah melapisi pipa paralon dengan lakban aluminium, masukkan USB WLAN kedalam pipa paralon dengan jarak sekitar 5.3 cm(sesuai pengukuran sebelumnya) dari ujung pralon.
8) Selanjutnya tutup pipa paralon diatas dengan dop 3 inci. Pastikan dop 1,25 yang dirakit bersamaan dengan dop 3 terpasang tepat pada pipa paralon 1,25 tempat dipasang USB wifi.
9) Setelah dipasangkan dop 3, selanjutnya pipa paralon di pasangkan ke dop 3 yang sudah dirakit bersama wajan bolik. Pastikan posisinya sesuai dengan konektor USB wifi yang terpasang pada pipa paralon.
10) Selesai sudah perakitan Antena Wajan Bolik ala slimdog. Sambungkan kabel USB yang sudah di perpanjang dengan kabel UTP.


5. Kelima 

Tutup Panci Penguat Sinyal Wifi dan Modem

BAHAN + PIC cara pembuatanya
Alat-alat yang diperlukan:

1. Modem.
2. Laptop/PC.
3. Kabel perpanjangan USB







sumber : 

http://sangpencerahjiwa.wordpress.com/

http://wahidsahidu.blogspot.com/

http://smp4kediri.wordpress.com/

http://wonojati29.blogspot.com/

Berapa Kadar Kandungan Ayam dalam Nugget?

Nama : Willden Dwi Utama
Kelas : 4KB04
NPM : 28110515 



Mississippi – Nugget telah menjelma menjadi makanan populer di dunia. Daging ayam olahan ini disukai anak-anak dan para ibu. Bagi anak, nugget memiliki rasa yang gurih dan enak. Sementara bagi ibu, nugget begitu mudah dimasak dan tidak merepotkan.

Namun, seperti dikutip laman Reuters, Jumat, 4 Oktober 2013, dalam sebuah laporan American Journal of Medicine disebutkan nugget hanya memiliki kandungan ayam sebesar 50 persen. Sementara sisanya terdiri atas tepung dan kandungan lain, termasuk zat pengawet dan penguat rasa.

Bahkan, sampel nugget dengan kadar ayam 50 persen ini sebenarnya tidak benar-benar terdiri atas daging putih ayam yang biasanya terdapat pada dada dan paha. Bagian ini merupakan bagian terbaik bagi ayam. Tapi, sebanyak 50 persen kandungan ayam dalam nugget rupanya terdiri atas jaringan otot, campuran lemak, pembuluh darah, dan saraf.

Sementara itu, peneliti juga menemukan nugget yang hanya memiliki kadar ayam sebesar 40 persen. Dan lagi-lagi, tidak ada daging putih ayam dalam kandungannya. Sebanyak 40 persen kadar ayam ini terdiri atas lemak, tulang rawan, dan potongan lemak.

Temuan ini benar-benar mengejutan. Pasalnya, nugget yang begitu populer telah dianggap sebagai sumber protein terbaik.

“Sumber protein terbaik berasal dari daging putih ayam. Bagian inilah yang harusnya dimakan konsumen,” ujar pemimpin penulis studi, Dr Richard D. deShazo dari Pusat Kesehatan Universitas Mississippi.


sumber : 

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/07/060519743/Berapa-Kadar-Kandungan-Ayam-dalam-Nugget


Habibie: Pesawat R-80 Akan Buat "Surprise" Dunia! & Jadi Produk Unggulan

Nama : Willden Dwi Utama
Kelas : 4KB04
NPM : 28110515 



Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih familiar dengan BJ Habibie mengatakan tidak ada jalan lain agar orang-orang mudah berpindah tempat di benua maritim seperti Indonesia, selain menggunakan pesawat terbang. Oleh karenanya, ia menyambut positif kehadiran NAM Air, yang rencananya mayoritas akan menggunakan pesawat buatan dalam negeri. Artinya, kehadiran maskapai anak Sriwijaya Airlines tersebut turut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia. 

"Insya Allah R-80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara dan dunia akan surprise," ungkap Habibie dengan bangga penuh haru dalam Grand Launching NAM Air, di Jakarta Teater, pada Kamis malam (27/9/2013). 

Sekadar informasi, R-80 adalah pesawat terbang produksi PT Regio Aviasi Industri (RAI), tempat BJ Habibie duduk sebagai komisaris. 

Dalam peluncuran tersebut ditandatangani perjanjian kerja sama (MoU) antara Presiden Direktur NAM Air Jefferson Jauwena dengan BJ Habibie, berkaitan dengan pengadaan 100 unit pesawat R-80, terdiri dari 50 unit firm, dan 50 unit pesawat pilihan. 

Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire kedua, setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300. 

"Pesawat terbang yang pernah dibuat menusia yang dikendalikan secara elektronik yang dikenal dengan fly by wire pertama kali adalah Airbus di Hamburg di mana saya kerja dulu. Di situ, saya pernah menjadi direktur dan executive vice president," kata mantan Presiden RI ketiga itu. 

"Fly by wire pertama A-300, fly by wire kedua N250, dan ketiga triple seven (B-777). Dalam skala regional, N250 merupakan fly by wire pertama," jelasnya. 

Bahkan, saking semangatnya, Habibie yang kini menginjak usia 77 tahun mengaku memimpin sendiri diskusi desain engineering, financing, sampai sheduling dari R-80 selama dua hingga lima jam sebelum datang ke acara peluncuran. 

"Biar on schedule dan the best, jadi saya harus tahu," tuturnya. 

Industri strategis dibubarkan 

Jauh sebelum R-80, Indonesia pernah hampir memiliki industri pesawat terbang sebagai industri strategis yang kuat, tetapi kandas. Habibie mengatakan, ide membuat pesawat terbang bukan idenya, bukan juga ide Soeharto. Akan tetapi, ide bangsa Indonesia, sesaat setelah mendeklarasikan kemerdekaan. 

Jika ditanya siapa yang pertama kali memiliki inisiatif membuat pesawat terbang, menurut Habibie, jawabannya adalah Angkatan Udara RI (AURI). "Jadi kalau ada suatu bangsa di mana saja dia berada yang mengerti pentingnya teknologi itu, maka itu adalah angkatan bersenjata, angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. Oleh karena itu yang mengembangkan teknologi itu adalah mereka dan khususnya AU terus mendorong untuk membuat pesawat terbang," aku Habibie. 

Pada Januari 1950, Presiden Soekarno memutuskan mengirim putra-putri terbaik untuk belajar di luar negeri dalam pilihan bidang pembuatan kapal terbang penumpang atau pembuatan kapal laut untuk mengangkut barang-barang. 

Waktu itu Habibie baru menginjak kelas tiga SMP. Ia pun menjadi pelajar Indonesia gelombang empat yang belajar di bidang pesawat terbang pada 1954. Habibie berhasil menyelesaikan strata 1 pada usia 22 tahun dan strata dua pada usia 24 tahun. 

"S-3 konstruksi pesawat terbang 28 tahun di Jerman. Di tempatnya Teodhore Von Karman, guru besar yang pertama dalam konstruksi pesawat terbang, yang mendirikan NASA. Saya asisten di situ, dan bisa dibaca di Google," kisah dia. 

Lepas menyelesaikan pendidikan, Habibie bekerja untuk sebuah perusahaan di Hamburg, di mana ia pernah menjadi direktur dan executive vice president. "Di situ lahir Airbus, yang sekarang membuat A-380 di situ. Waktu saya mulai ke situ 3.000 (karyawan), waktu saya tinggalkan 4.500, sekarang 16.000. Saudara-saudara, waktu 'nanjak' begini saya tiba-tiba disuruh pulang untuk membangun industri pesawat terbang jadi industri strategis," kenang Habibie. 

"Dan saya ditugaskan membangun industri strategis. Tidak banyak yang tahu waktu saya jadi wakil presiden terpilih, saya harus meletakkan jabatan-jabatan yang saya miliki, dan industri stategis yang saya pimpin itu memiliki 48.000 karyawan dan turnover 10 miliar dollar AS," lanjut dia. 

Seusai pemilu, Habibie mengatakan bersedia melanjutkan kepemimpinan Indonesia, jika pertanggungjawabannya diakui. Jika tidak, lanjutnya, ia memberikan posisi kepresidenan kepada orang lain. "Belum lagi saya bicara tuntas, saya tidak diterima. Tapi tidak mengapa," tuturnya. 

"Saya sampaikan kepada yang ganti, perhatikan dua hal. Satu, jangan lemahkan TNI karena itu adalah tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia. Dua, jangan korek-korek industri strategis karena industri strategis adalah keinginan seluruh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Putra putra terbaik yang memberikan apa saja yang dia miliki," tuturnya. 

Namun, tiba-tiba industri strategis tersebut dibubarkan. "Saya sampai bilang ke Ibu Ainun 'Is that the price I have to pay to get my freedom? Kita akan kembali dan bangkit melaksanakan perjuangan yang sementara terhenti'," kenangnya. 

Kini, di hadapan direksi NAM Air, direksi Sriwijaya Air, dan Kementerian Perhubungan, Habibie mengatakan memanjatkan doa, dan bersyukur karena ada yang meneruskan perjuangan membangun industri strategis. 

"Saya ini orang tua, usia saya 77 tahun tapi semangat saya sama seperti waktu saya umur 17 tahun. Dan semangat ini saya temukan kembali pada yang hadir di sini anak-anak intelektual saya, cucu-cucu intelektual saya. Saya yang mewakili generasi yang fading out, melihat ini semua saya bersyukur," ucap Habibie.

Pesawat R80 Jadi Produk Unggulan Indonesia


JAKARTA-Kualitas pesawat terbang produksi Indonesia ternyata lebih baik dari China. Pesawat tipe MA 60 yang jadi kebanggaan China justru boros bahan bakar. Karena dasarnya MA 60 untuk kepentingan militer, bukan sipil. “Pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya,” kata CEO, PT Ragio Aviasi Industri (RAI), Ilham Akbar Habibie di Jakarta,Senin,(19/3).

Menurut Putra sulung mantan Presiden Habibie ini, soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China. Karena dasar produk pesawat MA 60 yang digunakan Merpati Nusantara Airline ini bukan pesawat komersil. “Sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak, yang penting tahan banting dan menang perang. Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” tambahnya

Lebih jauh kata Ilham yang pernah belajar di Jerman, justru perusahaannya sedang mendisain pesawat berpenumpang sekitar 80 orang yang hemat bahan bakar. “Ya R80 (Regio Prop 80) yang saat ini sedang kita selesaikan proses pembangunannya, kita akan memiliki pesawat dengan menggunakan baling-baling, yang didesain untuk jarak dekat, hemat bahan bakar, teknologi terbaru,” terangnya.

Diakui Ilham, kapasitas lebih banyak yakni mencapai 80 kursi, mesin lebih cepat dan yang terpenting jauh lebih murah dari pesawat ATR karena produksi dan suku cadang dibuat semua di Indonesia. “Dan yang lebih penting lagi kita punya Sumber Daya Manusia yang berpengalaman bahkan seperti di Boeing, Airbus, ATR, di PT DI dan banyak lagi,” tandasnya.

Beberapa waktu lalu, Ilham Habibie menggandeng Mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah membentuk PT Ragio Aviasi Industri (RAI) untuk membangun pesawat new N-250 yang dulu pernah dibuat BJ Habibie. Pesawat berkapasitas 80 kursi tersebut diberi nama R80 atau Regio Prop 80 diamana pesawat tersebut menggunakan baling-baling

Mengembangkan Industri Pertahanan


Dalam kesempatan kunjungan resmi ke Korea Selatan sebagai kepala staf Angkatan Udara Republik Indonesia,salah satu acara formal adalah mengunjungi lokasi strategis Angkatan Udara Korea di luar Kota Seoul. Perjalanan ke tempat tersebut dilakukan menggunakan pesawat helikopter yang berbasis di salah satu pangkalan udara yang berdampingan dengan US Air Force Base, unit dari Angkatan Udara Amerika Serikat. Selesai acara resmi, rombongan kami saat itu tertunda lebih kurang satu jam dalam jadwal perjalanan kembali ke Seoul karena cuaca yang berubah buruk. Seorang kolonel menghadap saya menjelaskan bahwa perjalanan kembali ke Seoul tidak dapat dilaksanakan menggunakan helikopter atau pesawat rotary wing yang tadi. Disebutkan alasannya adalah pesawat tersebut tidak bisa terbang tinggi berhubung dengan perkembangan keadaan cuaca yang memburuk. Markas Besar di Seoul memerintahkan untuk mengirim sebuah pesawat fixed wing VIP menjemput saya dan rombongan.

Setelah pesawat siap, kami pun segera bergegas menuju tempat parkir pesawat. Agak sedikit kaget karena ternyata pesawat fixed wing VIP yang disiapkan tersebut ternyata dari jenis CN-235. Selesai melaksanakan penghormatan berjajar sesuai dengan prosedur pemberangkatan VIP,sang Captain Pilot dengan tersenyum lebar mendekat ke saya dengan mengutarakan penuh bangga bahwa saya akan diantar kembali ke Seoul dengan pesawat fixed wing terbaik yang tersedia di Korea Selatan dan itu adalah pesawat terbang “asli” buatan negara anda! Terharu dalam hati, saya tersenyum sejenak dan mulai meneliti interior CN-235 yang sama sekali belum pernah saya saksikan sebelumnya. Tidak bisa saya sembunyikan kekaguman terhadap disain interior CN-235 VIP Angkatan Udara Korea Selatan ini. Baru belakangan setelah itu, saya memperoleh informasi bahwa disain dan perlengkapan VIP interior CN-235 tersebut adalah produk dari pesanan khusus Pemerintah Korea Selatan kepada pihak PTDI. Terus terang, sangat mewah untuk ukuran Indonesia dan yang istimewa adalah sangat bersih,termasuk lantainya. Yang lebih mengharukan saya adalah melihat bagaimana para awak pesawat bertugas di pesawat itu dengan penuh kebanggaan. Kebanggaan dalam bertugas menerbangkan VIP dengan pesawat khusus VIP buatan Bandung!

Di pertengahan masa jabatan saya lainnya, Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) berkunjung tidak resmi ke Surabaya dengan transit semalam di Jakarta. Saya datang menemuinya di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Ada rasa ingin tahu,apa gerangan yang menjadi acara penting Panglima ke Surabaya. Ternyata,Panglima TUDM beserta satu set kru lainnya hendak berlatih simulator CN-235 di Surabaya. Saya bertanya kepada Panglima, Jenderal Dato’ Suleiman, jam berapa tiba dan menggunakan apa? Surprise sekali saya memperoleh jawaban ternyata Panglima mengemudikan sendiri pesawat CN-235 TUDM VIP dengan menyertakan dua co-pilot yang akan berlatih simulator di Surabaya. Jenderal Dato’ Suleiman menceritakan kepada saya betapa dia sangat menikmati terbang dengan CN-235. Saya tidak punya rating/ kemampuan menerbangkan CN-235 karena sebagian besar perjalanan terbang saya adalah menerbangkan C-130 Hercules. Secara kebetulan, Jenderal Dato’ Suleiman juga mempunyai rating pesawat Hercules. Dengan demikian saya dapat mendiskusikannya agak lebih teknis apa yang dimaksudkan “nikmat” menerbangkan CN-235 dan membandingkannya dengan Hercules.

Diskusi berakhir dengan pernyataan Panglima TUDM yang sangat saya percaya jauh dari basa-basi bahwa secara teknis, menerbangkan CN-235 tidaklah kalah menyenangkan dari menerbangkan Hercules. Dia menutup pembicaraan yang penuh persahabatan itu dengan hal yang sangat mengharukan sekaligus membuat bangga saya bahwa seluruh warga TUDM sangat bersenang hati memiliki dan mengoperasikan pesawat CN-235 produksi dari bangsa serumpun!

Belakangan ini pada salah satu kesempatan, saya berjumpa Ex Penerbang Garuda yang telah lama terbang di Korean Air. Dia khusus ingin menceritakan tentang satu hal yang cukup “penting” untuk disampaikan lansung kepada saya. Dia bercerita, bahwa dalam perjalanan panjang pengalamannya terbang sebagai Captain Pilot di Korea, beberapa kali pernah terbang dengan Co-Pilot Korea yang berasal tadinya dari Pilot Angkatan Udara Korea Selatan. Kebetulan, sang Pilot berkebangsaan Korea itu pernah menerbangkan pesawat Angkatan Udara Korea dari Jenis CN-235 versi VVIP. Dia bercerita kepada sahabat saya betapa dia sangat bangga dan merasa senang memiliki cukup banyak jam terbang di pesawat CN-235 buatan Indonesia tersebut. Bangga terhadap produk pesawat terbang Indonesia, satu Negara sesama bangsa Asia. Yang “mengenaskan” adalah, betapa sahabat saya itu secara jujur mengakui dalam hati bahwa dirinya sendiri pun tidak atau belum mengetahui ada satu produk pesawat terbang Indonesia yang “secanggih” itu untuk menjadi bahan obrolan ringan di dalam kokpit sebuah pesawat “Jumbo-moderen” produk Negara maju yang tengah mereka terbangkan berdua.

Dari tiga uraian ilustrasi tadi, kiranya telah lebih dari cukup untuk mewakili refleksi dari beberapa negara lainnya di kawasan Asia Pasifik yang juga menggunakan pesawat buatan anak bangsa CN-235. Sekedar untuk diketahui saja, CN-235 sudah sangat luas digunakan dibanyak negara di muka bumi ini. Beberapa diantaranya adalah : Brunei, Kamboja, Chile, Colombia, Ekuador, Perancis, Jordania, Malaysia, Mexiko, Pakistan, Papua Nugini, Korea Selatan, Saudi Arabia, Thailand, Turki, Amerika Serikat dan lainnya. CN-235, sebenarnya telah berhasi dengan baik tampil sebagai satu “produk unggulan” dari IPTN (saya lebih suka menggunakan kata IPTN yang merefleksikan spirit kepahlawanan Nurtanio, dibanding PTDI, yang bisa saja keliru dan mengingatkan kita kepada gerombolan pemberontak dimasa lalu DI-TII).

Demikianlah seyogyanya, seperti banyak pabrik pesawat terbang terkenal dan sukses di dunia yang memang hanya bisa maju melalui salah satu produk unggulannya terlebih dahulu, baru kemudian ber-kreasi pada produk-produk jenis pesawat lainnya. Industri Strategis pasti memerlukan “Political Will” dari Pemerintah untuk dapat bergulir dengan “subsidi” yang tidak kecil dalam proses mengawali produk satu pesawat terbang yang diunggulkan untuk dapat masuk ke “pasar”. CN-235, sudah dibuat dalam versi Sipil dan MIliter. Diawal kelahirannya, satu skadron CN-235 masuk dalam jajaran Angkatan Udara, sementara diwaktu yang relatif bersamaan, sejumlah CN-235 di-operasikan oleh PT Merpati Nusantara Airllines, Maskapai Penerbangan Perintis dalam melayani penerbangan di pelosok terpencil Nusantara ini. Penggunaan di lapangan dalam jumlah yang cukup banyak dan mencakup sektor perhubungan udara sipil serta bidang operasional Angkatan Udara dari satu Negara Kepulauan yang luas seperti Indonesia telah menjadikan CN-235 dilirik banyak Negara untuk dikembangkan. Thailand menggunakan pertamakali untuk keperluan eksperimen hujan buatan, Malaysia dan Korea Selatan, konon bahkan menggunakan CN-235 sebagai pesawat VIP Kepala Negara. Sementara beberapa perusahaan avionic (aviation electronic) terkemuka di Eropa mendorong pengembangan CN-235 sebagai Variant dari pesawat “patroli-maritim” untuk Angkatan Udara.

Bila belakangan ini banyak pertanyaan tentang bagaimana nasib IPTN, maka jawabannya adalah “fenomena” CN-235 patut untuk menjadi pertimbangan serius dalam upaya untuk bisa bangkit kembali. Sekali lagi Political Will Pemerintah, beriringan dengan subsidi, lebih mudah merangsang pengembangan satu produk unggulan untuk menembus pasar. Produk yang banyak digunakan setelah berhasil masuk pasar akan lebih mudah berkembang lagi sebagai hasil dari proses penyempurnaan (research and development) dari kualitas satu jenis produksi. Agak terhenti lajunya “snow-ball” dari jalur produksi pesawat CN-235, yang sebenarnya bisa berperan sebagai “produk-unggulan” IPTN, pasti sangat disayangkan. Sayang , bila para pengguna dari CN-235 yang sudah begitu luas di panggung Global akan berhadapan dengan kondisi “layaknya seperti anak ayam yang kehilangan induknya”.

sumber : 

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/09/27/0740216/Habibie.Pesawat.R-80.Akan.Buat.Surprise.Dunia.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

http://beritamoneter.com/pesawat-r80-jadi-produk-unggulan-indonesia/

http://www.chappyhakim.com/2013/08/06/mengembangkan-industri-pertahanan/