Komunikasi memiliki komponen-komponen yang menjadikan komunikasi berjalan dengan baik, komponen tersebut yaitu:
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
• Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
• Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
• Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijala
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi dapat digambarkan seperti berikut:
• Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak
• Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya
Protokol Dalam Sistem Terdistribusi
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol diperlukan sebagai sebuah aturan baku agar komputer yang tergabung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi. Setiap komputer dalam sebuah jaringan dapat berkomunikasi asal dapat menggunakan protokol yang sama.
Fungsi Protokol :
Secara umum fungsi protokol adalah sebagai penghubung dalam komunikasi data sehingga proses penukaran data bisa berjalan dengan baik dan benar. Secara khusus, fungsi protokol adalah sebagai berikut :
a. Fragmentasi dan Re-assembly
Pembagian informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data dari sisi pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket data tersebut akan digabungkan menjadi paket berita yang lengkap.
b. Enkapsulasi
Enkapsulasi (Encaptulation) adalah proses pengiriman data yang dilengkapi dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lain-lain.
c. Kontrol Konektivitas
Membangun hubungan komunikasi berupa pengiriman data dan mengakhiri hubungan dari pengirim ke penerima.
d. Flow Control
Fungsi dari Flow Control adalah sebagai pengatur jalannya data dari pengirim ke penerima.
e. Error Control
Tugasnya adalah mengontrol terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan.
f. Pelayanan Transmisi
Fungsinya adalah memberikan pelayanan komunikasi data yang berhubungan dengan prioritas dan keamanan data.
JENIS-JENIS PROTOKOL :
Beberapa jenis protokol yang umum digunakan dalam sebuah komputer adalah sebagai berikut :
a. NetBeui Frame Protocol
b. NetBIOS
c. NWLink
d. IPX/SPX
e. TCP/IP
f. Subnet mask
Kemudian supaya setiap peralatan jaringan dari berbagai vendor dapat saling berkomunikasi dibuatlah standarisasi. Salah satu standar yang banyak digunakan saat ini adalah OSI (Open System Interconnection) yang dikembangkon oleh ISO (Internasional Standart Organization).
Pada model OSI ini diterapkan model lapisan atau layer dimana setiap lapisan memiliki fungsi masing-masing. Standar OSI tidak membahas secara mendetail tentang cara kerja masing-masing lapisan. tetapi hanya memberikan konsep dan menentukan proses yang terjadi pada lapisan tertentu serta menentukan protokol yang dapat digunakan pada lapisan tersebut.
Pada model OSI, ada tujuh lapisan/layer yang masing-masing beserta fungsi dan contoh protokol sebagai berikut.
1. APLICATION LAYER
Melayani antar muka antara aplikasi dan jaringan, protokol yang digunakan contohnya FTP, DMTIP, POP3.
2. PRESENTATION LAYER
Menangani format data agar dapat dimengerti oleh penerima, pada layer ini juga kompresi, enkripsi-deskripsi data dilakukan, contoh protokolnmya ASCII, MPEG, JPEG.
3. SESSION LAYER
Memisahkan data antar sesi dan antar aplikasi yang berjalan, contohnya protokol SQL, RPC.
4. TRANSPORT LAYER
Mengatur jalannya pertukaran data, pada lapisan ini juga ada fungsu error recovery, contoh protokolnya TCP, UDP, SPX.
5. NETWORK LAYER
Menentukan jalur atau rute pengiriman dan meneruskan paket ke alamat tujuan, contoh protokolnya IP, IPX ARP, RARP, ICMP, RIP.
6. DATA LINK LAYER
Memeprsiapkan dan membangun transmisi data, contoh protokolnya SLIP, PPP, MTU.
7. PHYSICAL LAYER
Mentransmisikan data biner melalui komunikasi, contoh protokolnya : 10baseT, 100baseT, RS232.
Remote Procedure Call
Remote Procedure Call
RPC adalah suatu protokol yang menyediakan suatu mekanisme komunikasi antar proses yang mengijinkan suatu program untuk berjalan pada suatu komputer tanpa terasa adanya eksekusi kode pada sistem yang jauh (remote system). Protokol RPC digunakan untuk membangun aplikasi klien-server yang terdistribusi. Protokol ini didasarkan pada memperluas konsep konvensional dari suatu prosedur dimana nantinya prosedur ini dapat dipanggil dimana pemanggil tidak harus mempunyai alamat yang sama dengan yang lokasi dimana prosedur ini dipanggil. Dimana proses ini dapat dilakukan pada sistem yang sama atau sistem yang berbeda namun terhubung pada jaringan.
Studi Kasus Remote Procedure Call
Sharing file melalui jaringan LAN (Local Area Network). Misalnya dalam sebuah ruangan terdapat 4 unit PC (PC A, B, C, dan D). Dari 4 unit PC tersebut, terdapat 1 PC (PC A) yang mempunyai kelengkapan data lebih dibandingkan 3 PC lainnya (PC B, C dan D).
Suatu ketika ada file yang ingin ditransfer dari PC A ke PC B, C dan D. Tetapi karena ukuran file yang sangat besar sehingga memungkinkan waktu yang lama untuk mentransfer file tersebut ke PC B, C dan D secara bergantian, maka diimplementasikanlah RPC.
Mekanismenya adalah user pada PC A membuka koneksi dengan 3 PC lainnya dengan cara membuat IP server. User 3 PC lainnya membuat IP client. Setelah terkoneksi satu sama lain, maka user pada PC A membagi (sharing) file tersebut sehingga dapat diunduh oleh 3 PC lainnya melalui PC masing-masing, tanpa perangkat tambahan seperti flashdisk, CD dll.
Object Interface
Dalam program terdistribusi, modul-modul dapat berjalan dalam proses terpisah. Tidaklah mungkin untuk menjalankan modul dalam satu proses untuk mengakses variabel dalam sebuah modul proses lain. Oleh karena itu, antarmuka modul yang dimaksudkan untuk RPC atau RMI tidak dapat menetapkan akses langsung ke variabel. Perhatikan bahwa CORBA IDL interface dapat menetapkan atribut, yang tampaknya melanggar aturan ini.Namun, atribut tidak diakses secara langsung.mekanisme Parameter-passing, misalnya panggilan dengan nilai dan panggilan dengan referensi, yang digunakan dalam prosedur lokal panggilan tidak cocok ketika pemanggil dan prosedur yang berada dalam proses yang berbeda.
Spesifikasi prosedur atau metode dalam interface dari modul program terdistribusi menggambarkan parameter sebagai input atau output atau kadang-kadang keduanya. Input parameter dilewatkan ke modul remote dengan mengirimkan nila inilai argumen dalam pesan permintaan dan kemudian memasok mereka sebagai argumen ke operasi yang akan dieksekusi di server. Parameter output dikembalikan dalam pesan balasan dan digunakan sebagai hasil dari panggilan atau menggantikan nilai-nilai variabel yang terkait dalam pemanggil. Ketika parameter yang digunakan untuk kedua input dan output nilai harus ditransmisikan dalam pesan requet and reply.
Dua paragraf berikutnya membahas antarmuka yang digunakan dalam client-server model RPC dan dalam model objek terdistribusi RMI:
Layanan antarmuka : Dalam model client-server, setiap server menyediakan satu set prosedur yang tersedia untuk digunakan oleh klien. Sebagai contoh, sebuah file server akan memberikan prosedur untuk membaca dan menulis file. Antarmuka layanan istilah digunakan untuk merujuk pada spesifikasi prosedur yang ditawarkan oleh saluran pembuangan, menentukan jenis masukan dan argumen output dari masing-masing prosedur.
Remote interface : dalam model objek terdistribusi, remote interface menentukan metode objek yang tersedia untuk invokasi oleh objek dalam proses-proses lain, mendefinisikan jenis input dan output argumen dari masing-masing. Namun, besar Perbedaannya adalah bahwa metode dalam remote interface dapat melewati objek sebagai argument dan hasil method.
Dan pada saat ini dua standar utama middleware untuk mendukung komputasi objek terdistribusi yaitu:
1. CORBA (Common Object Request Broker Architecture)
CORBA merupakan satu set standar untuk middleware yang diintegrasikan dengan sistem operasi Microsoft.
2. DCOM (Distributed Component Object Mode)
DCOM merupakan standar yang dikembangkan dan implementasi oleh Microsoft dan diintegrasikan dengan sistem operasi Microsoft.
Dalam konteks sistem komputer terdistribusi, meskipun komponen-komponen aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman yang berbeda, menggunakan development tools yang berbeda, dan beroperasi di lingkungan yang beragam, mereka tetap harus dapat saling bekerjasama.
Interoperabilitas perangkat lunak menuntut homogenitas pada suatu level tertentu. Untuk itu diperlukan semacam 'standarisasi'. Berawal dari keperluan ini lahirlah CORBA (Common Object Request Broker Architecture). CORBA adalah hasil 'kesepakatan' antara sejumlah vendor dan pengembang perangkat lunak terkenal seperti IBM, Hewlett-Packard, dan DEC, yang tergabung dalam sebuah konsorsium bernama OMG (Object Management Group).
CORBA adalah sebuah arsitektur software yang berbasis pada teknologi berorientasi obyek atau Object Oriented (OO) dengan paradigma client-server. Dalam terminologi OO, sebuah obyek berkomunikasi dengan obyek lain dengan cara pengiriman pesan (message passing). Konteks komunikasi ini kemudian dipetakan ke dalam model client-server: satu obyek berperan sebagai client (si pengirim pesan) dan yang lain bertindak sebagai server (yang menerima pesan dan memroses pesan yang bersangkutan). Sebagai contoh, dalam ilustrasi di awal tulisan ini, jika si pasien memerlukan obat tertentu, maka obyek aplikasi di tempat praktek dokter berlaku sebagai client dan mengirim pesan ke obyek aplikasi di apotik guna mengetahui apakah obat yang diperlukan tersedia di sana.
Keunikan dari CORBA adalah kemampuannya dalam menangani heterogenitas antara client dan server (dalam terminologi CORBA, obyek server dinamakan implementasi obyek (object implementation). Keduanya dapat saja diimplementasikan dalam hardware, sistem operasi, bahasa pemrograman, dan di lokasi yang berbeda, tetapi tetap bisa saling berkomunikasi. Kuncinya ada pada sebuah lapisan software yang disebut dengan ORB(Object Request Broker).
Sumber :
ttp://sisterfrisca.blogspot.com/
http://rendikurniawandi.blogspot.com/2012/05/komunikasi-sistem-terdistribusi.html
http://tomoonthemove.blogspot.com/2013/03/protokol-sistem-terdistribusi.html
http://boyosudibyo.blogspot.com/2013/03/protokol-protokol-adalahsebuah-aturan.html
http://sergeantfai.blogspot.com/2013/03/protokol-sistem-terdistribusi_2431.html
http://kuzajah.blogspot.com/2013/03/studi-kasus-rpc-remote-procedure-call.html
http://tiattack.blogspot.com/2013/03/pengantar-sistem-terdistribusi-object_4975.html